Minggu, 27 Maret 2011

My Daily Activity

My Daily Activity as "Teacher" and "Berdakwa"
In the morning i wake up at 04:30 a.m after that I go to WC to wash my hand, toothache, "wudhu", and take a pray. I take a bath at 06:30 a.m and breakfast after that. At 07:15 a.m I go to INCO Corporation, my part time job at, my work as Accounting manager. In this company i control about receipt and expending of cash activities. sometimes I meeting with my official employee to discuss about our job during 1 week. I work until 12:15 p.m.
After work I go to "Baburrahman" mosque to take a pray and after that at 01:00 p.m I start my main job as "Teacher". I teach somebody about religion and invite them to apply in life. I teach until 03:00 p.m. At 04:00 p.m. go to play futsal until 05:00 p.m.
I arrive at home 05:30pm. At 06:00pm I go to mosque beside of my home. I and some of my friend always walk around mosque to meet with some people and generally we invite them go to mosque but specially we remain them "world is temporary and the beyond is enduring". At 09:00 p.m I dinner with family, I still have one wife and five children. After dinner we come together in living room to talk about our activity  and our problem on this day. At 11:00pm we sleep. Every Monday, Friday, and Saturday at 05:30 p.m I go to "ta'lim" and Thursday I go to great mosque to listen a conversation about "faith and charity".




burung gagak

Burung Gagak

Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja
menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di
halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon.
Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah
benda tersebut?"

"Burung gagak", jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi
lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar
jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, "Itu burung gagak
ayah!" Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang
sama.Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK!!"
Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi
mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan
kesabaran dan menjawab dengan nada yang! ! ogah-ogahan menjawab
pertanyaan si ayah, "Gagak ayah.......".

Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si
ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan
yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan
menjadi marah. "Ayah!!! saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak.
Tapi sudah lima kali ayah menanyakan pertanyaan tersebut dan sayapun
sudah memberikan jawabannya. Apakah yang ayah ingin saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak ayah.....", kata si anak dengan nada
yang begitu marah.

Si ayah kemudian bangkit menuju ke dalam rumah meninggalkan si
anak yang terheran-heran. Sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan
membawa sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada
anaknya yang masih marah dan bertanya-tanya. Ternyata benda tersebut
sebuah diari lama. "Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam
diari itu", pinta si ayah.

Si anak taat dan membaca bagian yang berikut ......
"Hari ini aku di halaman bersama anakku yang genap berumur lima
tahun.Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk
ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apakah itu?" Dan aku
menjawab, "Burung gagak".
Walau bagaimanapun, anak ku terus bertanya pertanyaan yang sama
dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai 25 kali
anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayang aku terus
menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap bahwa
hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca bagian tersebut si anak mengangkat muka
memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan
bersuara, " Hari ini ayah baru menanyakan kepadamu pertanyaan yang
sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan
marah."

Pesan moral cerita ini ialah jagalah hati kedua ibu bapakmu. Jangan
sakiti hati mereka, karena merekalah yang telah merawat kamu di waktu
kecil, dengan belaian kasih sayangnya, yang mengorbankan semua yang
dimilikinya. Mereka merawatmu dengan penuh kesabaran dan keihklasan.
Sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.

Sumber: Ungknown (Tidak Diketahui)

wawan: My Autobiography

wawan: My Autobiography: "A young man in POLTEK. His name is Sukmawan, his nick name is wawan or chuwang. He was born on September 10th 1991 in lamasi pantai..."

My Autobiography


A young man in POLTEK. His name is Sukmawan, his nick name is wawan or chuwang. He was born on September  10th 1991 in lamasi pantai. He live at BTN Asal Mula. He is 19 years old.
His father’s name is Sukiman and his mother’s name is Jumawati. His father’s job is civil servent and his mother’s job is house wife. In village his parent’s have a home, two motor cycle, two garden, one refrigerator, and one television.
Sukmawan have seven siblings, three brothers and four sister. He is the first child. His second brother’s name is Aswan, now he is a student in senior high school number 1 in kalaena (Luwu Timur). His third sister’s name is Asti now he is a student in senior high school number 1 in kalaena. His fourth brother’s name is Yasman, now he wasn’t studied. His fifth sister’s name is Yasika, now she is a student in elementary school number 534 in kalaena. His sixth sister’s name is Nurul Ramadhani, now she not school yet. And his last brother’s name is Muhammad Jibril, now she not school yet.
Sukmawan graduated his elementary school  number 534 in kalaena. He graduated his junior high school at junior high school number 2 in kalaena. His graduated senior high school at senior high school number 3 Palopo, and now he is a college student ofPNUP on Accounting department.
Sukamawan spent his childhood period in the village. He always play football and fishing eel in swamp, sometime he go to swim in river.
Sukmawan has been joining in some of organization like KOMPAK, KAMUPI, and HMA. Kompak is  a organization in Accounting, where KOMPAK prepare student to fight on a game. KAMUPI ia a organization in religion. And HMA is a organization in Accounting department
His hobby is play fooyball and ride cycle in mountain. When he in senior high school he ever joined Accounting competition in Makassar and he rich second place in Unhas and UNM.